Sabtu, 08 Oktober 2011

PERISTIWA GEMBIRA


Misteri Hidup yang Tersembunyi

Peristiwa-peristiwa gembira dalam doa Rosario berpusat pada kehidupan Yesus, Maria dan Yosep, terutama pada saat mereka melaksanakan perintah Allah di Nazaret.

a Peristiwa Gembira yang Pertama a
Maria Menerima Kabar Gembira Dari Malaikat Gabriel

Dalam bulan yang keenam Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret, kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria. Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata: "Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau."
Maria terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam hatinya, apakah arti salam itu. Kata malaikat itu kepadanya: "Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah. Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus.”... Kata Maria: "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu." (Luk 1:26-31.38)

Renungan

Malaikat Gabriel memberi kabar gembira kepada Maria, bahwa dirinya akan menjadi ibu dari Al-Masih, yaitu, ibu Tuhan. Saat Maria menerima kabar ini dan menyetujuinya, ia menanggung konsekuensi yang besar. Orang-orang akan mencibir melihat kehamilannya yang terjadi di luar pernikahan dan akan meragukan kejujurannya. Namun, ia bersedia menerima kabar gembira yang disampaikan oleh Gabriel karena percaya pada Tuhan yang mengasihinya. Kata ‘ya’ yang diucapkannya membawa kebahagiaan abadi pada dirinya dan pada diri kita.
Marilah kita mohon berkat Tuhan agar kita sanggup mencontoh kepercayaan Maria pada Tuhan, terutama pada saat kita menghindar dari-Nya dan kurang percaya pada Tuhan.

Hening sejenak .............................



a Peristiwa Gembira yang Kedua a
Maria Mengunjungi Elisabet, Saudarinya.

Beberapa waktu kemudian berangkatlah Maria dan langsung berjalan ke pegunungan menuju sebuah kota di Yehuda. Di situ ia masuk ke rumah Zakharia dan memberi salam kepada Elisabet. Dan ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya. (Luk 1: 39-41)

Renungan

            Masalah pribadi yang kita alami seringkali membuat kita acuh tak acuh, tidak memedulikan apa yang dibutuhkan orang lain. Maria tidak ragu sedikit pun untuk pergi seorang diri dan mengulurkan tangannya secepat mungkin setelah ia menyadati bahwa kakak sepupunya, Elisabet, memerlukan dirinya. Kunjungannya mendatangkan kegembiraan bagi Elisabet dan Zakharia serta Yohanes Pembabtis yang masih berada dalam kandungan.
Marilah kita mohon berkat Tuhan agar kita dapat memberi bantuan pada seluruh anggota keluarga kita, rekan-rekan kerja, mereka yang merawat kita, serta semua orang yang kita kenal. Bentuk bantuan yang kita berikan mungkin hanya berupa senyuman atau ucapan terima kasih. Tetapi, bagaikan Maria, kita dapat membawa Yesus serta sukacita dalam hati orang lain seperti yang telah dilakukan oleh Maria.

Hening sejenak .............................

a Peristiwa Gembira yang Ketiga a
Yesus Dilahirkan di Betlehem.

Dan ia melahirkan seorang anak laki-laki, anaknya yang sulung, lalu dibungkusnya dengan lampin dan dibaringkannya di dalam palungan, karena tidak ada tempat bagi mereka di rumah penginapan. (Luk 2:7)

Renungan

            Maria membawa Sang Terang Dunia dalam kadungan-Nya. Selama berabad-abad, orang-orang bersukacita dan berseru, “hai dunia, gembiralah!” Meskipun demikian, Maria dan Yusuf menemui penolakan, karena “tidak aada kamar yang kosong.” Mungkin kemiskinan merekalah yang membuat banyak orang menutup pintu bagi mereka berdua. Sejak kelahiran-Nya, Juru Selamat kita merasakan pahitnya kemiskinan. Dia juga merasakan kasih sayang dan perhatian tulus yang diberikan oleh orang yang paling papa –para gembala, Maria dan Yusuf. Sakit – baik mental maupun fisik- merupakan salah satu wujud kemiskinan.
            Marilah kita mohon rahmat-Nya untuk menyatukan kekurangan kita dengan Yesus, yang bersedia dibaringkan di dalam palungan demi kita semua. Marilah kita juga memohon belas kasih-Nya untuk membebaskan diri kita dari keinginan untuk menggenggam erat-erat harta yang hanya kita miliki untuk sementara di dunia ini.
Hening sejenak .............................

a Peristiwa Gembira yang Keempat a
Yesus Dipersembahkan Dalam Bait Allah.

Dan ketika genap waktu pentahiran, menurut hukum Taurat Musa, mereka membawa Dia ke Yerusalem untuk menyerahkan-Nya kepada Tuhan,
Lalu Simeon memberkati mereka dan berkata kepada Maria, ibu Anak itu: "Sesungguhnya Anak ini ditentukan untuk menjatuhkan atau membangkitkan banyak orang di Israel dan untuk menjadi suatu tanda yang menimbulkan perbantahan  --dan suatu pedang akan menembus jiwamu sendiri
Hana datang dan mengucap syukur kepada Allah dan berbicara tentang Anak itu kepada semua orang yang menantikan kelepasan untuk Yerusalem. (Luk 2:22,34-35.38)

Renungan

Tetua Simeon dan Hana sama-sama mengenali Dia yang tertidut di dalam gendongan Maria. Maria meresapkan perkataan Simeon dalam hatinya. Suatu hari nanti sebilah pedang kesengsaraan yang tajam akan menusuk hatinya dalam-dalam. 
            Ketika penderitaan juga mencabik-cabik hati kita, marilah kita mohon berkat Maria untuk tetap setia dan yakin bahwa Tuhan beserta kita, bahkan di tengah-tengah kekacauan dan kesedihan.

Hening sejenak .............................
a Peristiwa Gembira yang Kelima a
Yesus Diketemukan Dalam Bait Allah

Ketika Yesus telah berumur dua belas tahun pergilah mereka ke Yerusalem seperti yang lazim pada hari raya itu. Sehabis hari-hari perayaan itu, ketika mereka berjalan pulang, tinggallah Yesus di Yerusalem tanpa diketahui orang tua-Nya...
Karena mereka tidak menemukan Dia, kembalilah mereka ke Yerusalem sambil terus mencari Dia.
Sesudah tiga hari mereka menemukan Dia dalam Bait Allah; Ia sedang duduk di tengah-tengah alim ulama, sambil mendengarkan mereka dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada mereka. (Luk 2:42-43.45-46)

Renungan

Inilah saat dimana Maria dan Yusuf menlami kekelaman mereka, bahkan mungkin ini pengalaman pertama mereka sejak sempat mengungsi ke Mesir dan kembali ke kampung halamannya. Bagaimana rsanaya hidup tanpa anak mereka, Anak kesayangan Tuhan ? mereka pasti sempat merasa sangat putus asa, dipenuhi ketakutan, rasa panik, dan rasa kehilangan yang melumpuhkan. Kita dapat merenungkan makna yang tersirat dari pengalaman ‘kelam’ pasangan kudus ini, kelam itu tiba-tiba sirna sewaktu mereka menemukan Putera mereka, Tuhan kita, tidak kuirang suatu apapun dan tengah melakukan ‘pekerjaan-Nya’.
Melalui misteri peristiwa ini, kita mohon rahmat Tuhan untuk mengahalau depresi, kesedihan, serta kegersangan iman kita dan menyingkirkannya jauh-jauh. Setelah itu, kita akan menemukan Yesus bersemanyam di dalam Bait Allah di relung hati kita.
Hening sejenak .............................

PERAYAAN EKARISTI

  1. RITUS PEMBUKA

1.Nyanyian Pembuka

   Nyanyian Pembuka mempunyai peran:
a.    Mengiringi masuknya Imam dan petugas liturgi lainnya
b.    Menciptakan suasana kebersamaan dan menyatukan umat untuk ibadat    
c.    Menyambut Tuhan yang hadir dalam persekutuan perayaan Ekaristi

2. Tanda salib

    Tanda salib dalam ibadat berarti:
a.    Perayaan Ekaristi ditandai dengan mengingatkan inti iman, yaitu Tritunggal Mahakudus.
b.    Kita disiapkan untuk merayakan korban Kristus di salib
c.    Kita diingatkan akan baptisan kita, bahwa sewaktu dibaptis kita ditandai oleh salib Kristus.

3. Salam Pembukaan
           
Salam yang dimaksud di sini tentu lain daripada salam yang dipakai dalam hidup sehari-hari. Salam itu menekankan lagi kehadiran Kristus dalam diri imam dan umat masing-masing.
Mengapa umat Kristen saling memberikan salam dalam Ibadat?
  1. Karena kita semua merupakan satu tubuh, memiliki roh yang sama, dikumpulkan oleh Kristus yang bangkit, mempunyai tujuan yang sama, berkarya untuk Kerajaan Allah yang sama.
  2. Merupakan doa yang memohon agar Tuhan menganugerahkan kebaikan bagi umat-Nya.
  3. Mengungkapkan kerelaan untuk menerima orang lain sebagai saudara.
  4. Mau menandakan bahwa apa yang sekarang kita laksanakan, harus kita buat bersama-sama, sebab kita adalah  anggota dari satu tubuh ialah Gereja.
  5. Sebagai tanda penghargaan kepada semua yang hadir, sebab Roh Tuhan hadir dalam mereka, dan karena itu kita meluhurkan kehadiran-Nya.

4. Kata Pengantar
            Tujuannya adalah untuk menerangkan secara singkat alasan mengapa kita berkumpul untuk Ibadat Ekaristi,  menjelaskan arti pesta yang dirayakan dan untuk mengundang umat mengambil bagian dalam perayaan tersebut. Isi kata pengantar diambil dari bacaan dan Injil dan disiapkan dengan baik-baik dan sungguh-sungguh.

5. Pernyataan Tobat.

  Mengapa kita harus mohon ampun dari Allah Bapa?
a. Karena sadar akan penghinaan yang kita buat terhadap Allah dan sesama.
b. Merasa terlibat dalam perjuangan bersama Kristus untuk
    menumpas  kejahatan dan dosa.
c. Supaya Allah dapat membebaskan kita dari dosa dan
    mengampuni  kita (1 Yoh 1:8).
d. Agar kita dapat bersatu kembali dengan Allah (Flp 4:4-7).

6. Madah Pujian / Kemuliaan

Merupakan madah yang sangat terhormat dari zaman Kristen kuno. Madah ini dinyanyikan oleh Gereja yang berkumpul atas dorongan Roh Kudus untuk memuji Allah Bapa dan Anak Domba Allah serta untuk memohon belaskasihan Tuhan.
Madah ini diucapkan atau dinyanyikan pada hari-hari Minggu, pada hari-hari raya, pesta-pesta dan perayaan-perayaan setingkat. Tidak dinyanyikan atau diucapkan pada masa Adven dan masa Prapaska.

7. Doa Pembukaan

Disebut juga Kolekta (dari bahasa Latin Collecta atau Collectio) sebab didoakan sesudah semua umat berkumpul. Imam atau pemimpin upacara mengumpulkan permohonan umat dan atas nama umat menyampaikannya kepada Allah.
II. LITURGI SABDA

     Adapun susunan Liturgi Sabda adalah sebagai berikut:

1. Bacaan
    Bacaan-bacaan dari Kitab Suci dan nyanyian-nyanyian antar bacaan / Mazmur Tanggapan merupakan bagian pokok dari Liturgi Sabda. Sedangkan Homili, Syahadat dan Doa Umat memperdalam dan mengakhiri Liturgi Sabda. Dalam bacaan, Tuhan sendirilah yang bersabda kepada umat-Nya; Tuhan menyatakan misteri penebusan dan keselamatan serta memberikan santapan rohani; Kristus sendiri hadir di tengah-tengah umat beriman.
    Hari Minggu dan hari raya mempunyai tiga bacaan. Bacaan pertama diambil dari Kitab Suci Perjanjian Lama, yang kedua dari Kisah Para Rasul atau Surat-surat Para rasul atau Wahyu. Bacaan yang ketiga dari Injil. Maksud ketiga bacaan itu adalah untuk menunjukkan kesatuan sejarah keselamatan yang berpusat pada misteri Paskah

2. Homili / Khotbah
    Kitab Suci adalah Sabda Allah. Sabda yang hidup. Sabda bagi semua orang. Bagi orang yang hidup sekarang ini, walaupun sabda itu disusun dan dikarang ribuan tahun yang lalu. Cukup sulit. Maka untuk menolong orang dalam menemukan hubungan sabda Allah dengan hidup nyata sehari-hari, perlu sekali keterangan dengan bentuk khotbah atau homili.
    Keterangan tidak sama dengan homili. Homili bertitik tolak dari teks dan bermaksud meresapkannya dan menerapkannya ke dalam hidup. Homili merupakan bagian penting dalam Perayaan Ekaristi.

3. Aku Percaya / Syahadat


    Aku Percaya merupakan ringkasan seluruh sejarah suci, mulai dari penciptaan melalui penjelmaan, kebangkitan, kedatangan Roh Kudus, misteri Gereja, Sakramen-sakramen sampai hidup kekal.
Maka perlu mengucapkannya dengan pelan-pelan dengan perhatian sambil menyadari, bahwa kita mengucapkannya bersama-sama dengan jutaan orang lain, yang tersebar di seluruh dunia.

4. Doa Umat

    Doa umat merupakan  rangkaian terakhir Liturgi Sabda. Doa  Umat dibuka dan ditutup oleh imam. Permohonan-permohonan dapat disampaikan oleh satu atau beberapa orang. Dapat pula secara spontan oleh umat. Dalam meneyusun Doa Umat perlu diperhatikan bahwa kita adalah anggota umat, bukan hanya seorang diri. Permohonan-permohonan dapat diringkaskan menjadi empat kelompok:
a.    Keperluan seluruh umat manusia, umpamanya persatuan Gereja, permakluman Injil, misi, panggilan, ujud Santo Bapa, uskup dan sebagainya.
b.    Kebutuhan umat paroki masing-masing.
c.    Pemerintahan, perdamaian, kesejahteraan bangsa, kemerdekaan.
d.    Semua yang menderita: perorangan, keluarga, bangsa, orang miskin yang terlantar, pengungsi, para tahanan/tawanan, orang-orang tertindas, yang dalam sakrat maut, orang yang sudah meninggal dunia dan sebagainya.


III. LITURGI EKARISTI

1. Persembahan
Mengapa kita harus membawa persembahan?
a. Karena mau menyatakan syukur kita atas segala pemberian yang
    sudah kita terima.
b. Karena kita bukan hidup untuk diri sendiri. Seluruh jemaat bukan
    hidup untuk diri sendiri, melainkan untuk melayani orang lain.
  Persembahan yang sekarang kita bawakan merupakan pelayanan
  gereja untuk orang lain.
c. Karena di mata Tuhan, kita tidak pernah menjadi pemilik atas apa
    yang kita miliki. Kita hanya menjadi pelayan.
d. Sebab justru sekarang saatnya untuk memberi, karena memberikan
    sesuatu untuk orang lain merupakan satu tugas yang luhur dan
    mulia.
Bahan persembahan dikumpulkan oleh petugas kolekte lalu dihantar dan diletakkan pada altar atau pada tempat lain yang disediakan. Bahan persembahan utama ialah:

a. Roti
    Gereja Katolik Ritus Latin menggunakan roti tak beragi dalam Misa Kudus, seperti yang dilakukan Yesus waktu mengadakan Perjamuan Paska (Perjamuan Terakhir). Dalam keadaan darurat, seperti umpamanya dalam kamp konsentrasi Jerman masa Nazi, waktu perang, boleh digunakan roti biasa. Roti yang digunakan Gereja Katolik Ritus Latin mempunyai bentuk khas, kecil, tipis, bundar. Roti itu disebut Hosti / hostia = kurban (Latin).

b. Anggur
Mengapa anggur?
Di Palestina anggur merupakan minuman biasa. Dahulu Gereja menganggap penting agar kita memakai bahan yang sama seperti yang digunakan oleh Yesus sendiri, namun sekarang diizinkan juga bahan-bahan minuman lain.
     Dalam Misa Kudus ada kebiasaan pencampuran dengan air, sedikit saja. Sekali lagi hal ini hanya kebiasaan. Tetapi kemudian diberi arti rohani.
    Anggur, minuman mahal (luhur), melambangkan Keallahan. Air, minuman biasa melambangkan kemanusiaan. Demikian pun dalam diri Yesus Kristus. Keallahan dan kemanusiaan menjadi satu melalui penjelmaan Putra Allah. Seperti air menjadi satu dengan anggur, begitu pula dalam diri Kristus manusia bisa bersatu dengan Keallahan.
     Arti ini diungkapkan dalam doa yang diucapkan oleh imam waktu melakukan pemecahan roti: “Semoga kita diikutsertakan dalam Keallahan Kristus yang berkenan menjadi manusia, seperti dilambangkan oleh pencampuran air dengan anggur ini”.
Anggur melambangkan kurban Kristus. Sedangkan air melambangkan kurban kita manusia

2. Doa Syukur Agung
Doa Syukur Agung merupakan puncak dari perayaan Ekaristi. Pemimpin upacara mengajak umat mengarahkan hati kepada Tuhan dengan berdoa dan bersyukur. Dengan demikian semua hadirin diikutsertakan dalam doa ini yang disampaikan oleh pemimpin upacara atas nama umat kepada Allah Bapa dengan perantaraan Yesus Kristus.
Maksud doa ini ialah agar seluruh umat beriman mempersatukan diri dengan Kristus untuk memuji karya Allah yang agung. Umat setempat dapat menambahkan alasan-alasan khusus untuk bersyukur, misalnya panen yang melimpah, kesembuhan dari penyakit, hujan yang cukup dan sebagainya.
Bagian-bagian terpenting dari Doa Syukur Agung ialah:
a. Upacara Syukur
    Terutama dinyatakan dalam prefasi. Atas nama seluruh umat, imam memuji Allah Bapa dan bersyukur kepada-Nya atas anugerah keselamatan dalam diri Yesus Kristus.
b. Salam Damai
    Untuk memohon damai dan kesatuan Gereja dan seluruh umat manusia dan saling menyatakan cinta kasih sebelum menyambut roti yang satu dan sama.
c. Pemecahan roti
    Upacara ini berarti bahwa dalam komuni kita biarpun banyak, mengambil bagian dari satu roti yang memberi hidup, yaitu Kristus. Dengan demikian kita dibentuk menjadi satu Tubuh ( 1 Kor 10:17 )
d. Anak Domba Allah
    Nyanyian ini berfungsi mengiringi upacara pemecahan roti dan pencampuran roti dengan anggur. Kalau tidak dinyanyikan maka diucapkan umat bersama-sama.
e. Ajakan menyambut komuni
    Imam berlutut, mengambil hosti dan patena (atau piala), lalu mengajak umat dengan mengucapkan salah satu ajakan. Pedoman Perayaan Ekaristi menyiapkan 5 (lima) ajakan untuk komuni yang dapat dipilih sendiri sesuai kebutuhan.
f. Nyanyian Komuni
   Komuni Imam dan umat diiringi dengan nyanyian komuni. Maksudnya agar umat yang bersatu dalam komuni secara rohani menyatakan persatuannya dalam nyanyian bersama secara lahir dan menunjukkan kegembiraan hati dan persaudaraan sewaktu menyambut komuni.
g. Saat Hening
    Sesudah pembagian Komuni, sebaiknya Imam dan umat selama beberapa waktu berdoa dalam batin. Dapat dinyanyikan lagu pujian atau didoakan Mazmur oleh segenap umat yang hadir.

IV. RITUS PENUTUP

Terdiri atas bagian-bagian berikut:
1. Pengumuman
2. Doa Penutup
    Pemimpin upacara (imam) mohon, agar misteri yang telah
    dirayakan menghasilkan berkat dan rahmat.
    Umat  menyatakan persetujuannya dengan jawaban, Amin.
3. Salam dan berkat imam
    Pada hari-hari dan kesempatan tertentu dipakai rumus berkat
    khusus atau doa untuk umat.
4. Pengutusan
    Perayaan ditutup dan umat diutus ke tempat tugasnya masing-
    masing dengan memuji dan memuliakan Allah.

SEPUTAR KHOTBAH

  • Khotbah atau homili berasal dari kata Yunani omilia yang berati bercakap-cakap dengan seseorang (1Kor 15:33; Luk 24:14). Kata homili (atau sermo dan contio dalam bah. Latin) dipakai dalam ibadat Kristiani.
  •  Tujuan utama khotbah adalah untuk mewartakan Yesus. Seorang yang dalam Gereja diberi perutusan khusus mewartakan Sang Sabda, dia juga semestinya semakin hari semakin memperlihatkan Sang kebijaksanaan dalam hidupnya.
  •   Langkah- Langkah Khotbah :
  • Langkah 1     :Pastikan Anda berdoa dalam memulai, mengerjakan, dan menyelesaikan persiapan khotbah.
  • Langkah 2     :Satu gagasan besar, tiga butir. Setiap khotbah merupakan satu kesatuan gagasan yang utuh, dibagi dalam menjadi tiga butir uraian: menerangkan, memperluas, mengaplikasikan/gagasanbesarnya.
  • Langkah 3     :Terangkan butir per butir secara ringkas. Umat pendengar tidak mencatat khotbah anda. Rentang ingatan manusia itu terbatas. Terangkan butir-butirnya dengan padat dan ringkas.
  • Langkah 4     :Diarahkan ke pendengar. Khotbah baru akan memikat kalau dikait dan diarahkan langsung pada pendengar.  Ketahuilah teerlebih dahulu profil umat yang mendengarkan khotbah.
  • Langkah 5     :Berbahasa sederhana. Pergunakan bahasa yang dimengerti oleh semua orang. Hindarilah istilah-istilah sulit, atau pun ungkapan-ungkapan yang asing bagi umat pendengar.
  • Langkah 6     :Penerapan. Berikan contoh penerapan langsung sesudah setiap butir. Tidak usah menunggu menyampaikan butir-butir aplikasinya pada bagian akhir khotbah.
  • Langkah 7     :Butir-butir berurutan. Susunlah butir-butir khotbah menuju klimaks pada bagian akhir. Atau susunlah dari butir yang menggambarkan konflik, menuju butir yang memberikan penyelesaian.
  • Langkah 8     :Menngerakkan diri sendiri. Ini merupakan test sebelum berkotbah; apakah gagasan besar dan butir-butirnya menggerakkan, menyakinkan, dan menginpirasi diri sendiri ?
  • Langkah 9     :Meneguhkan pesan. Pilihlah secara cermat ilustrasi, anekdot, atau pengalaman-pengalaman orisinal dalam kehidupan anda atau jemaat.
  • Langkah 10   :Latih,latih dan latih. Latihlah sebelum berkotbah. Metode agar berhasil dalam belajar adalah SQR3:Survey, Question, Review,Review,Review. Demikian juga dalam khotbah :Latih,latih,latih. Kalau perlu rekam.

  •   Beberapa Tips untuk para (calon)pengkhotbah :

  • Pustaka Khotbah. Pengkhotbah perlu memiliki dan/ atau menggunakan pustaka seperti, buku yang berisi komentar-komentar Injil, Konkordansi Alkitab , dll.
  • Mendengarkan kisah umat. Temui dan bicaralah dengan jemaat. Dengarkan dan koleksi kisah-kisah mereka ke dalam kategori-kategori susunan anda sendiri.
  • Kartotik. Catatan-catatan skematis pada kartu-kartu agak tebal ukuran A6 ini sungguh amat membantu untuk menyusun khotbah.
  • Notes inspirasi. Bawalah notes saku dan ballpoint, kemanapun anda pergi. Segera catat manakala inspirasi itu muncul.
  • Tampilan rapi. Perlu perhatikan penampilan diri yang bersih dan rapi.
  • Kultum. Kultum adalah kuliah tujuh menit.  Secara umum homili/khotbah tidak boleh melebihi tujuh-delapan menit. Menit-menit pertama menentukan apakah khotbah akan berhasil. Berilah perhatian ekstra pada pembukaan khotbah.
  •  Alat utama dalam khotbah adalah lidah. Lidah pengkhotbah itu bisa menjadi madu, tetapi bisa juga menjadi racun bagi kehidupan umat. Ia memastiakan bahwa lidahnya menjadi penyalur berkat, Ia amat menyadari kebenaran nasihat rasul Yakobus : “Demikian juga lidah, walaupun suatu anggota kecil dari tubuh, namun dapat memegahkan perkara-perkara yang besar”. (Yak 3:9-10).