Sabtu, 06 Agustus 2011

MENYEGARKAN JANJI PERNIKAHAN

Oleh : Deddy Dismas

Di beberapa paroki di Keuskupan Malang – juga di beberapa paroki di Keuskupan lain- , pada  minggu keempat setiap bulan diselenggarakan upacara pembaharuan janji perkawinan bagi pasangan suami  isteri Katolik  yang berulang tahun perkawinan pada bulan yang bersangkutan.  Sayang sekali, bahwa moment yang begitu indah, dimana kita bisa menyegarkan kembali janji setia kita pada pasangan hidup kita kurang  begitu diminati.  Tentu ini adalah tantangan dalam berpastoral .
Apakah kita menyadari betapa pentingnya penyegaran janji perkawinan ? Kadang kita hanya memikirkan bagaimana mempersiapkan diri  pada saat hari pernikahan tiba dengan segala yang terbaik. Mulai dari gedung, pakaian, catering, event organizer, dekorasi, tata rias  pengantin, dan segala tetek bengek lainnya.  
Persiapan resepsi pernikahan yang begitu megah, melibatkan banyak orang dan jasa professional. Untuk menjadi raja dan ratu sehari. Seakan berada dalam negeri dongeng. Tapi apa yang terjadi, setelah pesta berakhir, kita akan hidup dalam realitas sehari-hari. Cinta yang berkobar- kobar, keindahan-keindahan yang ada , yang pernah kita pertontonkan pada banyak orang perlahan-lahan meredup.  Redup, karena dalam perjalanan  pernikahan,  kita akan dihampiri  mendung, diselimuti awan tebal, jalan penuh liku. 
Lantas bagaimana kita menghidupkan kembali cinta yang mulai meredup ? Apa kita mau membiarkan saja dan akhirnya padam ? Tentu saja tidak bukan ? Tulisan sederhana ini hanyalah  sebuah syaring. Bagaimana menghidupkan kembali cinta lama yang mulai meredup, dan  akhirnya penulis ingin mengajak anda sekalian untuk melihat dan tanda-tanda cinta dalam hidup perkawinan.

Setia Dalam Untung Dan Malang
            Bagi kebanyakan orang kata setia adalah kata yang menakutkan. Terlebih bila seseorang harus setia kepada pasangan untuk selamanya, dalam untung dan malang, seperti yang dijanjikan kedua mempelai pada saat pernikahan.  Bandingkan keadaan saat ini, dimana angka perceraian di masyarakat kita sedemikian tinggi. Bagaimana kisah kawin-cerai para selebritis. Kendati demikian, toh kesetiaan tetaplah nilai yang berharga dalam kehidupan bersama. Tindakan setia dengan apa yang dijanjikan pada masa yang akan datang, menjadikan kita sebagai pribadi yang bisa dipercaya dan diandalkan.  Dengan demikian kesetiaan saya memenuhi janji dan sumpah, menentukan nilai diri saya. Janji setia ini pula merupakan jaminan dan kepastian bahwa pasangan saya mau tetap mendampingi saya,  dalam keadaan apapun. Begitu juga sebaliknya. Tentu saja hal ini memberikan kedamaian dan ketenangan di hati  bahwa saya tidak akan berjalan sendirian. Lebih dari semua itu, janji setia  perkawinan diucapkan di hadapan Tuhan. Artinya, Tuhan menjadi saksi atas janji setia kami. Apa yang saya janjikan harus saya pegang teguh, dan mesti dipertanggungjawabkan di hadapan Tuhan.
            Janji setia dalam untung dan malang menjadi sungguh bermakna ketika kami berdua mengalami kemalangan. Salah satu pengalaman yang terjadi beberapa bulan yang lalu,  ketika pasangan saya mengalami kecelakaan yang menyebabkan tulang selangka kanan  (Clavicula Dextra) patah, dan harus dioperasi.  Dalam situasi itu,  kedalaman  cinta dan kesetiaan saya diuji dan diukur. Beberapa  romo meneguhkan dan mengatakan bahwa kemalangan itu  untuk mengujiku,  apakah saya sungguh suami yang setia atau tidak.
            Pernikahan bukan hanya soal perasaan. Pernikahan tidak hanya dilandasi oleh perasaan cinta yang bisa mengalami pasang surut, seiring dengan berjalannya waktu dan aneka kesulitan yang dihadapi.  Bukankah perasaan kita pun sering terpengaruh oleh cuaca.  Ketika hari cerah, kita pasti bersemangat, ketika mendung kita pun menjadi enggan untuk melakukan aktifitas. Karena kita sudah berkomitmen, maka kita akan proaktif mencari solusi : misalnya membawa payung, jas hujan, dsb.  Perkawinan pun mesti berlandaskan komitmen, janji untuk saling setia kepada pasangan, di hadapan Tuhan dan para saksi.
            Pembaharuan janji pernikahan, adalah pembaharuan untuk tetap memegang komitmen untuk setia  dan saling mencintai pasangan dalam untung dan malang. Janji-janji pernikahan disegarkan kembali. Janji pernikahan diperbaharui. Perkawinan kami masih muda,  bukan berarti kami tidak perlu membaharui dan menyegarkan komitment itu. Dalam beberapa kesempatan, dalam misa pembaharuan janji pernikahan, kami membaharui komitment untuk saling setia. Juga dalam kesempatan rekoleksi dan retret keluarga, kami pun membaharui janji pernikahan kami.  Pembaharuan janji nikah membantu kami untuk mengobarkan cinta lama yang mulai meredup. Cinta lama bersemi kembali.
Tanda Cinta dalam Perkawinan
Tentu saya tidak menginginkan bahwa perkawinan saya sekedar tenang namun gersang. Sekedar untuk mempertahankan komitmen perkawinan, tapi tiada lagi kehangatan dan kemesraan.  Bukankah Yesus mengundang kita untuk hidup dalam berkelimpahan (Yoh 10:10).  Maka  dalam perkawinan sangat penting pelbagai upaya untuk mengobarkan perasaan cinta pada pasangan.  Ada beberapa tanda cinta  dan bagaimana menumbuhkan cinta dalam perkawinan.
Pertama, sikap hormat ( the sign of respect). Cinta tidak bisa bertahan kalau suami isteri gagal menunjukkan rasa hormat sejati dan menghargai pasangannya secara pribadi, bersama, atau di hadapan orang lain. Supaya cinta dapat  hidup terus mereka harus menghindari kata-kata dan tindakan yang mengandung atau mengungkapkan rasa tidak hormat. Sejauh mana anda memberikan rasa hormat sebagai bukti cinta anda pada isteri/suami ?
Kedua, kata-kata (the sign of words). Cinta antara suami dan isteri perlu dipelihara agar bertumbuh terus. Cinta ini bisa menjadi kerdil kalau jarang diungkapkan dengan kata-kata. Terdapat beribu-ribu cara yang dapat dipakai pasangan yang telah menikah untuk melanggengkan cinta mereka dalam bentuk kata-kata selain Aku Cinta Kamu. Pernyataan kata-kata yang mengandung ucapan terima kasih, penghargaan, kekaguman, simpati, hiburan, dorongan. Kapan terakhir kali anda mengatakan ‘Aku Cinta Padamu’  pada pasangan anda ?
Ketiga, hadiah (the sign of gift).  Defenisi yang tepat dari cinta adalah “ingin memberi”. Orang beranggapan bahwa  setelah menikah  berarti semuanya menjadi milik bersama sehingga tidak dibutuhkan lagi untuk memberikan hadiah satu sama lain. Mereka lupa prinsip utama bahwa cinta harus dinyatakan dan salah satu pernyataan yang sangat berdaya guna ialah memberikan hadiah kepada orang yang dicintai.  Ketika merayakan Ulang tahun, apakah anda memberikan hadiah pada pasangan anda ? Hadiah itu tidak perlu mahal atau hebat.
Keempat, persahabatan (the sign of companionship). Ketika baru saja menikah, banyak pasangan tidak cukup mengenal satu sama lain. Secara naluriah cinta mendorong mereka untuk saling memberikan tanda cinta sejati yang secara implisit muncul dalam keinginan untuk menjadi satu dengan si dia yang dicintai.
Peran sebagai sahabat dihidupi dengan cara keduanya saling menjadi teman boicara dan teman curhat. Keduanya tidak hanya berbicara ketika ada masalah yang mesti didiskusikan dipecahkan bersama. Keduanya juga mau berbicara dalam tataran hati, mau mensharingkan pengalaman, perasaan, cita-cita, harapan, ketakutan, kecemasan dan juga kejengkelan hati.
Aneh bahwa setelah lama menikah mereka tidak lagi menunjukkan perhatian sedikit pun untuk selalu bersama. Bahkan , mereka berusaha untuk menghindar dari kebersamaan. Mereka makan di meja yang sama. Mereka tidur dalam kamar yang sama. Mereka mencari uang untuk keluarga dan tidak mau berbuat dosa demi keutuhan keluarga. Tetapi sayangnya mereka tidak menunjukkan rasa persahabatan.
Apakah anda masing-masing  menjadi sahabat yang setia, pendengar yang baik, tempat curhat untuk menyampaikan uneg-uneg dan kekesalan hati ?
Kelima, penampilan (the sign of appereance).  Salah satu bentuk pernyataan cinta yang bisa menguatkan cinta ialah perhatian terhadap penampilan seseorang. Isteri harus berusaha untuk menjaga daya tariknya pada suami. Demikian pula suami harus menghindari  sedapat mungkin penampilan yang menjijikan isterinya.
Keenam, perhatian lebih (the sign of preference). Tentang perkawinan, Kitab suci mengatakan  , “ Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya sehingga keduanya menjadi satu daging”. Maka,  pentinglah dalam perkawinan sang suami menunjukkan bahwa ia lebih menyukai dan memberi perhatian yang lebih kepada isterinya ketimbang kepada siapa saja di dunia ini. Demikian pula sang isteri. Sudahkan anda member perhatian lebih pada pasangan anda ?
Ketujuh, tanggungjawab (the sign of responsibiility). Begitu kawin, maka pasangan itu bertanggungjawab atas keluarga mereka. Pada umumnya suami bertanggung jawab mencari nafkah untuk keluarga. Isteri bertanggungjawab untuk memelihara keluarga. Keduanya saling mendorong dan menolong dalam tugas yang berbeda. Sungguhkan anda menjadi suami/ isteri yang bertanggungjawab ?
Kedelapan, pengorbanan (the sign of sacrifice). Satu dari ukuran cinta sejati dan satu dari pernyataaan yang terus-menerus harus diberikan ialah pengorbanan.  Pengorbanan bertentangan dengan ingat diri.  Ingat diri berarti ingin selalu caranya sendiri. Sikap diktator tidak melestarikan cinta seseorang.  Salah satu Bentuk pengorbanan  adalah mengampuni. Di dunia ini terdapat sedikit sekali manusia yang sempurna.  Bahkan kadang-kadang orang pasti membuat kesalahan  terhadap orang lain. Perkawinan sangat menuntut pengampunan. Beranikah anda meminta maaf dan member maaf pada pasangan anda ?
Kesembilan, seks (the sign of sex). Di antara banyak pernyataan cinta yang lain, dituntut penggunaan seks yang sangat penting untuk menghidupkan cinta perkawinan. Cinta perkawinan memberikan hak untuk menggunakan tubuh dalam mengembangkan keturunan. Tujuan dari seks adalah ungkapan cinta dan melahirkan anak.

Akhir Kata
            Komitmen untuk saling setia dan mencintai pasangan  dalam untung dan malang, setiap saat perlu diperbaharui, salah satunya lewat Pembaharuan Janji Pernikahan.  Komitmen yang telah kita – anda dan saya-  ucapkan di hadapan Tuhan , akan kita pertangungjawabkan di hadapan Tuhan. Tuhan tidak menuntut kita untuk sukses, melainkan setia dengan komitmen kita. Tuhan akan terus mengulurkan tangannya agar perjalanan perkawinan kita langgeng, sampai maut memisahkan. Semoga.
CIMG3562

Tidak ada komentar:

Posting Komentar