Sabtu, 08 Oktober 2011

SEPUTAR IBADAT SABDA LINGKUNGAN

PENYELENGGARAAN MISA LINGKUNGAN DAN
DOA LINGKUNGAN

Menurut action pastoralis, instruksi Kongregasi Ibadat mengenai Misa untuk kelompok – kelompok khusus

Rm. Sugeng Pr dalam Misa Pelindung Lingkungan 
Pengantar :
Pada 15 Mei 1969 Kongregasi Ibadat mengeluarkan instruksi yang tersebut diatas. Suatu bukti bahwa sejak setelah Konsili Vatikan, Gereja telah menaruh perhatian besar kepada Misa Lingkungan, Misa Kategorial serta Ibadat Lingkungan. Hal ini merupakan realisasi lanjutan dari keinginan para peserta konsili (bdk. KL n. 19).
Beberapa pemikiran Gereja dalam instruksi itu kami kemukakan disini :
  • Sasaran utama dari kegiatan pastoral Gereja ialah meningkatkan keterlibatan para beriman dalam hidup menjemaat.
  • Kelompok-kelompok khusus bukan untuk menopang pembentukan ”Gereja-Gereja mini” dan pengistimewaannya, melainkan untuk melayani keperluan-keperluan khusus umat beriman sehingga dengan demikian penghayatan hidup kristiani dapat ditingkatkan selaras keperluan dan kemampuan anggota-anggota kelompok yang bersangkutan. Hal ini mengembangkan suatu ikatan rohani dan apostolis khusus dan semangat ingin saling mendukung dalam perkembangan rohani.
  • Dari pengalaman, kalau diatur secara tepat dan diarahkan secara bijaksana, perayaan itu sama sekali tidak menghambat kebersatuan paroki.
  • Malahan perayaan-perayaan khusus itu menunjang kegiatan missioner paroki, karena mampu menjangkau sejumlah umat secara lebih personal, dan berdampak lebih dalam terhadap pembinaan iman orang lain.
  • Merupakan suatu ”pertemuan doa” dimana ada pendalaman Kebenaran dengan merenungkan Sabda Allah yang memuncak pada Ekaristi Kudus. Dan memang harus begitu !

Misa Lingkungan :
( Beberapa kutipan peraturan )

  • Perlu pertimbangan seksama, apakah mengadakan Misa atau Ibadat
  • Tempat Eakristi ialah ruang Ibadat, rumah keluarga, wisam, bukan ruang tidur. Jangan hanya karena alasan luas dan anggun, Misa atau Ibadat dilaksanakan hanya di rumah beberapa keluarga tertentu saja
  • Misa tak pernah boleh dianggap sebagai kegiatan eklusif suatu kelompok khusus. Misa adalah perayaan Gereja, sakramen kesatuan.
  • Untuk membuat perayaan Ekaristi sungguh serasi dengan situasi dan kondisi para hadirin maka
1.    Peran serta Umat hendaklah sedapat mungkin digalakkan.
2.    Sesuai dengan kemampuan kelompok yang bersangkutan, perayaan dapat didahului dengan bimbingan rohani atau renungan Kitab Suci.
3.    Apabila situasi kongkrit menyarankan, boleh dipilih Bacaan-bacaan yang sesuai.
4.    Hendaklah Umat aktif dalam Doa Umat
5.    Komuni 2 rupa tidak boleh diadakan, kecuali viaticum/komuni bekal suci
6.    Nyanyian liturgis hendaknya dipakai, bukannya nyanyian rohani-devosional
  • Waspadalah, jangan sampai penyesuaian-penyesuaian yang diperbolehkan untuk kelompok khusus, dimasukkan pula ke gereja paroki
  • Ekaristi di rumah warga tak dapat diadakan pada hari-hari minggu dan Pesta Wajib, demi memupuk paguyuban paroki. Hanya atas izin Uskup melalui Pastor Paroki. Selain itu, Puasa Ekaristi harus diindahkan, dan tempat terpisah dari makanan yang disediakan. Meja Ekaristi tetap hanya untuk Ekaristi.
  • Supaya perayaan terjamin kesakralan dan dampak rohaninya terpelihara maka dalam persiapan dan pelaksanaannya harus diperhatikan suasana religius serta keanggunan seluruh upacara.
Para gembla umat hendaklah memperhitungkan daya guna perayaan-perayaan itu untuk pembinaan rohani jemaat. Suatu perayaan akan sungguh bermanfaat kalau :
  • Membawa peserta pada pemahaman misteri kristiani secara lebih mendalam.
  • Penghayatan ibadat yang lebih hangat
  • Umat lebih melibatkan diri dalam paguyuban jemaat paroki
  • Rela bergiat dalam karya – karya kerasulan dan social-karitatif di tengah Lingkungannya dan Paroki.
Memang dewasa ini ada beberapa orang yang merasa dirinya ”maju” karena menampilkan hal-hal baru yang kadang-kadang kurang berbobot, dan memikirkan bentuk-bentuk perayaan liturgi yang seenaknya saja. Tetapi para imam baik projo maupun religius, yang benar-benar prihatin akan kesejahteraan umat beriman, hendaklah menginsafi bahwa kegiatan pastoral yang mantap dan menguduskan hanya dicapai melalui kesetiaan yang tekun dan lapang kepada kehendak Gereja, sebagaimana terungkap dalam petunjuk, peraturan dan tata susunannya.
Segala sesuatu yang menyimpang dari pola ini, betapa pun tampak menarik, ternyata membingungkan para beriman, dan melumpuhkan bahkan memandulkan tugas pelayanan para imam.
Instruksi ini disusun oleh Kongregasi Ibadat atas pengarahan Paus Paulus VI, yang men-sahkannya. Maka selanjutnya semua perayaan Misa bersama dengan kelompok – kelompok khusus diatur oleh Instruksi ini.

Doa Lingkungan :
Doa lingkungan bukanlah Ekaristi. Oleh sebab itu strukturnya lebih terbuka untuk variasi menurut situasi umat, peristiwa dan intensi keluarga, Masa liturgis serta Mei dan Oktober. Memang dianjurkan agar struktur Doa hendaknya mirip Liturgi Sabda dalam perayaan Ekaristi tetapi itu pun lebih dimaksudkan untuk ”Ibadat Sabda Hari Minggu tanpa Imam” di stasi-stasi yang jauh.
Oleh karena itu sebagai ”pertemuan doa” kelompok kecil, doa lingkungan merupakan kesempatan untuk meneladani Umat Gereja perdana yang suka berhimpun bersama untuk berdoa, mendengarkan Sabda Tuhan dan pengajaran ”para rasul”, kadang-kadang ada Misa Lingkungan, saling bersikap solider dalam berbagai persoalan hidup, sekaligus untuk mewujudkan secara lebih intensif program-program paroki.
Pemimpin Doa ialah awam baik laki-laki maupun perempuan; bukan imam atau diakon.
Tetapi kalau mereka hadir maka pembacaan Injil diserahkan kepada mereka, dan selanjutnya mendengarkan pengajaran/renungan dari mereka.
Unsur utama dalam setiap penyelenggaraan Doa Lingkungan ialah pemakluman Sabda Tuhan dan pendalaman Kebenaran iman itu. Dari Sabda tuhan kita memuji, memuliakan Tuhan, bersyukur kepada-Nya dalam mazmur dan kidung serta mengungkapkan permohonan-permohonan.

Rancangan Struktur Doa Lingkungan :
( Salah satu kemungkinan )

Sapaan Awal                                   : dari ketua Lingkungan / wakil
Lagu Pembuka                               : oleh petugas nyanyian
Tanda Salib dan kata pembuka : secara singkat tentang bacaan – bacaan yang akan didengarkan.
Doa Pembuka                                 : oleh pemimpin Doa
Bacaan I                                            : oleh lector. Dapat diambil dari bacaan misa pada hari yang bersangkutan
Lagu antar bacaan                        
Injil                                                      : dapat diambil dari bacaan misa pada hari yang bersangkutan
Renungan
Mazmur – mazmur dari Puji Syukur
Doa – Doa Permohonan atau Doa Bersama dari Puji Syukur
Doa Bapa Kami
Doa Penutup
Kata Penutup                                  : Saudara sekalian, dengan ini Ibadat Lingkungan ( pertemuan doa Lingkungan ) sudah selesai.
U : Syukur kepada Allah.
Semoga Tuhan memberkati kita, melindungi kita terhadap dosa dan menghantar kita ke hidup yang kekal
U : Amin (sambil setiap orang membuat tanda salib)
Nyanyian Penutup
Penjelasan :
Ø  Praktis umat memakai buku Puji Syukur. Hanya pemimpin Doa memakai tambahan buku untuk Doa Pembuka dan Doa Penutup; tetapi lebih spontan lebih baik agar disesuaikan dengan situasi dan kepentingan.
Ø  Selama Masa Adven dan Prapaskah dapat ditambahkan pernyataan tobat setelah kata pembuka dan setelah absolusi dilanjutkan dengan Doa Pembuka
Ø  Selama bulan Mei dan Oktober dapat dilanjutkan dengan Rosario setelah ”Renungan” singkat
Ø  Dalam Doa Lingkungan hendaknya tugas-tugas dibagi-bagi kepada beberapa orang. Bahkan kotbah atau renungan boleh juga dalam bentuk sharing beberapa orang lalu dirangkum oleh pemimpin.
Ø  Pengumuman – pengumuman hendaknya dilaksanakan sesudah selesai Doa Lingkungan. Jangan pada awal atau pertengahan Doa sebab memecah belah konsentrasi doa.

Rm. Bosco da Cunha O.Carm



BEBERAPA CATATAN SEPUTAR IBADAT SABDA

1.    Salam : “Semoga Tuhan beserta kita” atau “Rahmat Tuhan kita Yesus Kristus,cinta kasih Allah dan persekutuan Roh Kudus beserta kita” . U: “Sekarang dan selama-lamanya”.
Rumus : “Tuhansertamu” U:”Dan sertamu juga” hanya bisa digunakan oleh yang tertahbis (lihat TPE)
2.    DoaPembukamutlakmenggunakan rumus Triniter :”Dengan perantaraan Kristus,Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persekutuan Roh Kudus, kini dan sepanjang masa. Amin”
3.    Doa Penutup tidak mutlak menggunakan rumus Triniter. Boleh juga menggunakan rumus Kristologis , “Demi Kristus Tuhan dan Pengantara kami, Amin” atau “Demi Kristus Pengantara kami, yang hidup dan berkuasa sepanjang segala masa, Amin”.
4.    Doadibukadengan “Marilah Berdoa” dan ditutup dengan konklusi panjang sbb:
ª      Bila doa diarahkan kepada Allah Bapa :
Demi Yesus Kristus, Putra-Mu, dan pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persekutuan Roh Kudus, kini dan sepanjang masa. Amin.
ª      Bila doa diarahkan kepada Putera (atau bila Putera disebutkan dalam doa yang diarahkan kepada Allah Bapa) :
Sebab Engkaulah (Sebab Dialah) pengantara kami yang hidup dan berkuasa bersama Bapa dalam persekutuan Roh Kudus, sepanjang segala masa. Amin.




 
SEPUTAR MENYUSUN DOA


1.    Yang perlu diperhatikan seorang pendoa : pertama, “percaya kepada Allah”. Orang percaya bahwa Allah selalu mendengarkan dan selalu mau membantu. Kedua, memiliki sikap “kerendahan hati”. Orang rendah hati mengakui bahwa tanpa Allah, ia tidak bisa berbuat apa-apa. Ketiga, memiliki sikap “kasih” dalam hati. Kebencian dan dendam berlawan dengan kasih Allah. Keempat,”sebelumdoa, periksadahulukeinginan dan kerinduan apa yang ada dalam hati”. Penting ketengangan diri dan pengenalan batin sebelum berdoa .
2.    Doa adalah ungkapan hati, kerinduan dan keinginan kepada Tuhan, maka si pendoa mesti lebih dahului mengetahui isi, maksud, dan tujuan doa itu disampaikan dan kepada siapa doa itu dialamatkan. Sikap ini membantu kita untuk terhindar dari cara berdoa yang hanya bersifat rasional semata.
3.    Beberapa rumus Doa Yang Keliru menurut cara pandang Gereja :

Contoh doa yang keliru  1

Tuhan yang maharahim, kami datang kepadaMu, Tuhan, bersyukur atas kebaikan yang sudah kami alami selama ini, Tuhan. Berilah kekuatan kepada kami ,Tuhan, agar selalu setia kepadaMu,Tuhan. Kami percaya bahwa Engkau tak pernah melupakan kami, Tuhan, dalam melindungi, memelihara dan melayani kebutuhan kami. Semoga karena kerahimanMu ,Tuhan, kami juga rela melayani sesama kami, Tuhan, yang ada di sekitar kami. Agar dengan begitu, Tuhan, kami menjadi saudara dengan yang lain. Terimalah Tuhan, ungkapan hati kami. Dalam nama Yesus kami sudah berdoa. Amin.

Komentar: Isi doa jelas. Kekeliruan ada pada : pertama, banyak kali kata Tuhan disebut (10X). Tuhan mengetahui apa yang ingin kita sampaikan kepada-Nya, sebab itu tak perlu berulang-ulang memanggil nama-Nya. Ia dekat dengan kita saat berdoa. Kedua, “Dalam nama Yesus kami sudah berdoa. Ini bukan rumusan doa yang dipakai dalam Gereja Katolik. Rumus doa mestinya Triniter atau Kristologis.

Contoh doa yang Keliru 2

Allah yang penuh kasih, kami bersyukur kepada-Mu,Tuhan, karena Engkau sungguh baik hati kepada kami, ya Bapa. Engkau telah mengutus Yesus Kristus ke dunia untuk menyelamatkan kami. Maka kami mohon kepadaMu, ya Yesus Kristus, bimbinglah kami selalu di jalan yang benar agar senantiasa mengalami rahmat yang berasal dari hati-Mu tersuci. Jauhkanlah dari kami segala rintangan yang menghancurkan hidup kami, ya Bapa, agar dengan demikian kami dimampukan untuk berbuat yang terbaik bagi sesama. Demi Kristus pengantara kami. Amin.

Komentar:Kekeliruanadaalamatdoa yang tidak jelas. Doa ini mau disampaikan kepada siapa ? Allah Bapa atau kepada Yesus ? Kalau doa dialamatkan kepada Allah Bapa, maka seluruh perhatian tertuju kepada Allah. Demikian pula, bila doa dialamatkan kepada Yesus, makaseluruhperhatiantertujupadaYesus. Jangan doa dialamatkan kepada Allah Bapa dan pada saat yang sama tertuju pula pada Yesus.

Contoh doa yang Keliru 3

Tuhan Yesus Kristus, Engkaulah penyelamat kami satu-satunya, yang selalu mendampingi kami. Engkau rela mengorbankan hidup karena cinta-Mu kepada kami. Kami mohon, utuslah roh-Mu agar oleh bimbingan-Nya, kami tak jatuh dalam dosa, tetapi senantiasa setia mengimani ajaran-ajaranMu dan melakukannya dalam hidup kami. Demi Kristus, Pengantara kami, yang berkuasa kini dan sepanjang masa . Amin.

Komentar:Isi doajelasdan terarah. Kekeliruan ada pada : rumus doa. Alamat doa sudah jelas yaitu ditujukan kepada Yesus Kristus. Nah, kalau doa dialamatkan kepada Yesus, mengapa harus dipakai rumus doa “Demi Kristus , Pengantara kami “? Rumus doa Kristologis Demi Kristus , Pengantara kami..., dipergunakan bila alamat doa ditujukan kepada Allah Bapa, sebab Kristus menjadi pengantara kita dengan Bapa.  Yang betul ditutup dengan rumus : Sebab Engkaulah pengantara kami yang hidup dan berkuasa bersama Bapa dalam persekutuan Roh Kudus, sepanjang segala masa. Amin.

Contoh doa yang Keliru 4

Bapa yang Mahakasih, sebagian hari telah kami lalui dengan pelbagai aktivitas. Kini kami akan makan bersama. Kami mohon kepada-Mu berkatilah makanan yang telah disiapkan ini. Berkatilah pula mereka yang dengan sukacita menyiapkannya. Ampunilah salah dan dosa kami, yang sudah kami perbuat melawan kehendak-Mu. Terpujilah Engkau kini dan sepanjang masa. Amin.

Komentar:Kekeliruanadapadaisidoa. Dalam doa ini ada dua jenis permohonan. Pertama: mohon makanan diberkati Tuhan. Kedua: mohon pengampunan atas kesalahan dan dosa yang sudah diperbuat. Apa hubungan makanaan dan dosa? Kita mohon pengampunan bila mau bertobat dan ingin berelasi baik lagi dengan Tuhan. Kita mohon pengampunan bila kita menyesal atas kesalahan yang sudah dilakukan dan karena itu mau hidup baru lagi.  Tetapi doa jenis ini dilakukan pada saat kita mau mengosongkan diri, berefleksi atas hidup, dan mau meemperbaiki diri. Pada saat kita duduk di hadirat Allah. Konteks sekarang bukan duduk di hadirat Allah melainkan sedang menghadapi hidangan lezat yang ada di hadapan kita. Karena itu, lebih tepat kalau inti doa hanya pada “mohon berkat Tuhan untuk makanan ini, sebelum disantap bersama.” Doa yang benar harus lihat konteksnya, situasi, dan tujuannya.

Contoh doa yang Keliru 5

Ya Bunda Maria, engkaulah sumber segala rahmat, kabulkanlah doa kami. Engkaulah yang kudus dari yang terkudus, engkau tanpa dosa, maka ampunilah dosa kami dan kasihanilah kami para putra-putrimu ini. Amin.

Komentar :Kekeliruan ada pada Maria disetarakan dengan Tuhan, dan bahkan memposisikan Maria sebagai Tuhan karena ia disebut sebagai sumber segala rahmat, yang kudus dari yang terkudus, berkuasa untuk mengampuni dosa, dst.  Praktik doa / devosi yang begitu mengangungkan Bunda Maria sampai-sampai menggeser Allah Bapa, Tuhan Yesus Kristus dan Roh Kudus tentu bukan praktek devosi yang benar.  Ada orang yang begitu mantapnya berdoa kepada Bunda Maria. Hingga sama sekali tidak menyebut nama Allah / Tuhan. Doa kepada Bunda Maria seperti contoh di atas tentu tidak tepat. Penghormatan kita kepada orang-orang kudus, termasuk Maria, haruslah ada dalam jalur iman Gereja yang benar, yakni iman sebagaimana diimani para rasul seperti tampak pada Kitab SucidanajaranGereja.

Contoh doa yang Keliru 6

Ya Yesus, Engkau  pernah bersabda, “dimana satu atau dua orang berkumpul dalam nama-Ku, disitu Aku ada di tengah-tengah mereka.” Hadirlah dalam ibadat kami malam ini, dst.......................

Komentar :Doa ini baik, mau mengutip Kitab Suci. Kitab Suci juga merupakan buku doa dan inspirasi doa. Terlebih kitab-kitab Mazmur. Yang keliru adalah mengutip Kitab Suci dengan salah. “dimana satu atau dua orang berkumpul dalam nama-Ku....dst”. Bukan satu atau dua orang, melainkan yang benar dua atau tiga orang.  Sebab di manaduaatautiga orang berkumpul dalamNama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka." (Mat 18:20)

4.    Doa Yang Benar . sering orang berdoa tetapi tidak mengetahui apa yang sesungguhnya mau disampaikan dan kepada siapa doa itu ditujukan (seperti contoh sebelumnya). Doa yang benar mesti menggambarkan isi hati si pendoa. Di dalam doa-doa itu, tampak dengan jelas :apa yang ingin disampaikan dan kepada siapa doa itu ditujukan. Bisa saja ada beberapa pokok yang mau disampaikan, asal berkaitan satu dengan yang lain. Doa disampaikan dari hati dan bukan dari pikiran rasional. Doatidakperlupanjang-panjang danbertele-tele (Mat 6:7), sebabTuhanmengetahuiapa yang menjadikebutuhankita. Karenaitu, sebelumberbicara  kepada Tuhan, pikirkanlah dan renungkanlah terlebih dahulu dalam hatimu apa yang ingin disampaikan kepada Allah.

5.    Contoh Doa yang Benar
Allah yang berbelas kasih, kami bersyukur kepada-Mu atas anugerah yang senantiasa Kauberikan kepada kami dari kemurahan hati-Mu. Kami mohon, bimbinglah kami dengan roh kebijaksanaan dan tuntunlah kami agar senantiasa berjalan dalam kebenaran.Semoga karena bantuan-Mu, kami selalu hidup sesuai kehendak-Mu dan melakukan yang terbaik bagi sesama. Demi Yesus Kristus, Putera-Mu dan Tuhan kami, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dan Roh Kudus sepanjang masa. Amin.
     
Kebenarantampakpada: Pertama, alamatpermohonansangat jelas, yaitu hanya kepada Allah. Kedua, permohonannyasalingberkaitan :mohonbimbinganroh yang berasaldari Allah, mohon dituntun agar berjalan dalam kebenaran dan selalu hidup sesuai kehendak Allah, teristimewa melakukan yang terbaik bagi sesama. Ketiga, rumus doa: triniter. Boleh juga menggunakan rumus doa Kristologis.

2 komentar:

  1. Salam Bos, sangat menarik artikelnya.

    hanya ada yang menggangu adalah ketika saya lihat ada penilaian Gereja terhadap Doa yang keliru. ini agak membingungkan ??????

    BalasHapus
  2. Saudara, terima kasih atas tanggapannya. Memang tidak ada yang salah dalam berdoa. Doa adalah ungkapan hati seseorang kepada Tuhan. Doa adalah komunikasi manusia dan Tuhan. Ketika kita berbicara, Tuhan mendengar ; sebaliknya ketika Tuhan berbicara hendaknya kita mendengar.
    Mengenai hal yang mengganggu saudara tentang doa yang keliru sudah ada penjelasan dalam komentar di masing-masing contoh. Yang keliru bukan doanya melainkan rumusnya, apalagi tulisan ini dimaksudnkan untuk doa bersama jemaat lingkungan. Kalau doa pribadi, tidak pakai rumus /aturan tidak masalah, malah menurut saya sangat baik. Tetapi dalam doa bersama, misalnya Ibdat Lingkungan, patutlah diperhatikan. Supaya doa bersama berjalan lancar dan baik. Sangat dianjurkan, agara para pemimpin doa mempersiapkan doa-doanya dengan baik dari rumah, tentu saja berhubungan dengan bacaan kitab suci/ tema yang direnungkan. Doa spontan baiknya pada doa umat.
    Terima kasih

    BalasHapus